Penyakit Diare Yang Sering Timbul
DiMasyarakat
Dan Cara Pencegahannya
Patofisiologi/Perjalanan
Penyakit
Penyakit ini
dapat terjadi karena kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung,
seperti:
1.
Makan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh
serangga atau terkontaminasi oleh tangan kotor.
2.
Bermain dengan mainan terkontaminasi apalagi pada bayi sering memasukkan
tangan/mainan/apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan
udara sampai beberapa hari.
3.
Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan air yang
benar.
4.
Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar.
Penyebab Timbulnya Penyakit Diare
Penyakit Diare ditimbulkan oleh
Makan tanpa cuci tangan dengan sabun
Minum air mentah
Makan makanan yang dihinggapi lalat
Keracunan makanan
Beberapa infeksi virus tetapi juga sering kali akibat dari racun Bakteri.
Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup
makanan.
Gejala
Timbulnya Diare
Beberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali
atau dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut adalah:
a)
Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
b) Tinja yang
encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari
c) Pegal pada
punggung, dan perut sering berbunyi
d) Mengalami
dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
e) Diare yang
disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
f) Badan
lesu atau lemah
g) Panas
h) Tidak nafsu
makan
i)
Darah dan lendir dalam kotoran
Pencegahan Diare
Penyakit diare dapat dicegah melalui
:
1) Menggunakan air bersih
Tanda-tanda
air bersih :
a. Tidak berwarna
b. Tidak berbau
c. Tidak berasa
2) Memasak air sampai
mendidih sebelum diminum untuk mematikan sebagian besar kuman penyakit.
3) Membuang tinja bayi
dan anak-anak dengan benar.
Pencegahan muntaber bisa dilakukan dengan mengusahakan lingkungan yang
bersih dan sehat.
1.
Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.
2.
Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat makan.
3.
Sebaiknya air yang diminum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan
tempst tinggal. Air dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau, tidak
berwarna dan tidak berasa.
4.
Tutup makanan dan minuman yang disediakan di meja.
5.
Setiap kali habis pergi usahakan selalu mencuci tangan, kaki, dan muka.
6.
Biasakan anak untuk makan di rumah dan tidak jajan di sembarangan tempat. Kalau
bisa membawa makanan sendiri saat ke sekolah
7.
Buatlah sarana sanitasi dasar yang sehat di lingkungan tempat tinggal, seperti
air bersih dan jamban/WC yang memadai.
8. Pembuatan jamban
harus sesuai persyaratan sanitasi standar. Misalnya, jarak antara jamban (juga
jamban tetangga) dengan sumur atau sumber air sedikitnya 10 meter agar air
tidak terkontaminasi. Dengan demikian, warga bisa menggunakan air bersih untuk
keperluan sehari-hari, untuk memasak, mandi, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar